Tanda-Tanda Kualitas Hidup Turun karena Menikah Terlalu Muda

MENIKAH muda bukanlah masalah besar. Namun kalau menikah dengan usia yang sungguh terlalu muda ataupun dibawah 18 tahun, bisa mengakibatkan penurunan kelas hidup.

Penurunan kelas hidup di tandai dengan beberapa perbuatan sehari-sehari. Termasuk juga dalam cara mendidik anak dan juga melengkapi kebutuhan rumah tangga. Hal ini di jelaskan oleh Rini Handayani selaku dari Asisten Deputi Proteksi Anak dari Kekerasan dan juga Eksploitasi, Deputi Proteksi Anak, Kementerian PPPA. Mari imak ulasannya berikut ini:

Belum bekerja

Di usia yang cukup muda ataupun dibawah 18 tahun seperti yang di tetapkan dalam Undang-Undang Perkawinan, seseorang belum mendapat pekerjaan tetap. Akibatnya, laki-laki yang tetap terlalu muda tak dapat menafkahi kebutuhan keluarga kecilnya.

Miskin

Akibat belum mempunyai pekerjaan masih, kondisi ini dapat menambah angka kemiskinan. Mereka tak dapat membeli rumah sampai kebutuhan-kebutuhan kecil yang lain. Parahnya, kemiskinan yang membuat mereka jadi hidup menderita.

Tetap labil

Baik laki-laki dan juga perempuan dalam pernikahan dibawah usia, sama-sama belum mempunyai mental yang stabil. Mereka tetap labil hingga tak dapat mengurus dan juga mendidik anak dengan benar. Mereka sering kali bingung dalam menghadapi suatu masalah rumah tangga dan juga mengurus anak ke depannya.

Miskin moral

Anak dibawah usia pun juga akan mengalami miskin moral sebab menikah terlalu muda. Hingga saat anak-anaknya kelak menanyakan sesuatu mengenai suatu proses kelahiran, dia akan cenderung bicara apa adanya tanpa tahu bagaimana cara penyampaian yang tepat pada usia anaknya. Bahkan, dalam kondisi seperti ini, bunda muda bisa lalai membagikan makanan dan juga kebutuhan anak-anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*